Selasa, 17 Februari 2009

ritel di Sumsel

Selasa, 17/02/2009
Omzet ritel Sumatra Selatan diperkirakan turun 7,5%
Cetak
PALEMBANG: Asosiasi pengusaha ritel Sumatra Selatan memperkirakan omzet ritel di daerah itu hanya tumbuh sekitar 7,5% pada tahun ini akibat tekanan krisis ekonomi global yang menyebabkan daya beli turun dan investasi melambat.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sumsel Hasanuri A. R. mengatakan krisis global menghambat ekspansi usaha baik dari peritel besar yang sudah menanamkan modalnya ataupun investor baru."Krisis global masih memengaruhi perkembangan sektor ritel di Indonesia dan berimbas kepada pengusaha ritel lokal," ujarnya di Palembang, kemarin.Penanaman modal yang rendah itu, kata Hasanuri, berimbas kepada omzet ritel di Sumsel dan diperkirakan hanya tumbuh tidak lebih dari 7,5% pada tahun ini. Pada tahun lalu, omzet dari sekitar 30.000 anggota Aprindo mencapai Rp7,2 triliun.Menurut dia, penurunan perkiraan omzet itu bukan berarti Aprindo pesimistis dengan perkembangan ritel pada tahun ini.Namun, ujar Hasanuri, asosiasinya tidak bisa menutup mata dengan ancaman resesi ekonomi di beberapa negara kaya yang mulai menghampiri Tanah Air."Kami tidak bisa menutup mata bahwa ancaman krisis tidak bisa dihindari. Lihat saja di Amerika Serikat banyak sekali PHK pada Januari," katanya.Dia mengatakan jika krisis global itu mulai terjadi di industri manufaktur di Tanah Air, dipastikan akan berimbas juga ke daerah termasuk Sumsel.Perekonomian daerahSelain itu, tutur Hasanuri, perkembangan perekonomian daerah yang masih belum optimal juga menjadi batu sandungan bagi ekspansi industri ritel.Dia menjelaskan daya beli konsumen di suatu kawasan sangat memengaruhi omzet ritel.Meski demikian, dia mengklaim anggota Aprindo tetap berupaya mengembangkan bisnis ritel di Sumsel di antaranya dengan melakukan promosi dengan cara klasik, sehingga diharapkan dapat mendongkrak omzet.Hasanuri juga menganjurkan anggotanya untuk meningkatkan kegiatan promosi di semua instansi baik dengan kegiatan berskala nasional maupun internasional.Beberapa anggota Aprindo, sambungnya, juga bekerja sama dengan industri perhotelan untuk meningkatkan omzet tersebut."Dua grup ritel terkemuka mulai melirik Sumsel sebagai daerah ekspansi yang menjanjikan seperti Senayan City dan Rumah Matahari," kata Ketua Umum Aprindo itu.Namun, menurutnya, rencana kedua peritel itu belum dapat dipastikan realisasinya karena penanaman modal di industri tersebut membutuhkan modal yang besar.Perkembangan daerah perbatasan di Sumsel yang masih lambat, beberapa kawasan yang belum dikembangkan, dan penyebaran penduduk juga menjadi kendala yang menyebabkan pengusaha ritel khawatir biaya operasional tidak seimbang dengan pendapatan. (k49)Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar