Selasa, 24 Februari 2009

bus

Rabu, 25/02/2009
Palembang operasikan bus udara 2013
Cetak
PALEMBANG: Pemerintah Kota Palembang menargetkan pembangunan aero bus (bus udara menggunakan kabel) pada 2013 guna mengatasi kemacetan lalu lintas di jalur raya dan mendukung transportasi massal semi busway.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengungkapkan pemkot sedang menjajaki penggunaan transportasi aero bus tersebut. Pengembangan aero bus juga diharapkan dapat mendukung Palembang sebagai kota tujuan wisata.
"Mudah-mudahan dapat diwujudkan 4 tahun-5 tahun ke depan. Pasalnya, penerapan transportasi massal harus dilakukan terpadu, selain itu harus melibatkan transportasi jalan raya, juga perlu didukung semacam mass rapid transportation (MRT), seperti monorail atau aero bus ,"ujarnya, seusai paparan PT Pakarya Trans International, kemarin.
Dia menerangkan untuk mengantipasi kemacetan akibat pertumbuhan kendaraan yang kian tahun meningkat di Palembang perlu solusi mengatasi masalah tersebut.Aero bus, katanya, dapat diterapkan dengan monorail seperti di Jalan Sudirman, meskipun dirasakan cukup sulit. Namun, dengan aero bus tidak memakan banyak ruang.Teknologi aero bus , lanjutnya, diadopsi dari Jerman yang diharapkan dapat menjawab tantangan transportasi di Palembang.
Di Indonesia, ujarnya, sejauh ini belum digunakan moda tersebut.Namun, sejumlah kota segera menerapkan seperti Yogyakarta, Surabaya , Makasar, Jakarta , dan Bali."Yang jelas nanti bisa menambah daya tarik Palembang. Bisa juga rutenya dari Stasiun Kertapati melewati Sungai Musi menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II atau dari Pulo Kemaro ke Pulokerto. Ini baru rencana, nanti dimatangkan lagi," ungkap wali kota.Masalah danaTerkait dengan pendanaan, Eddy belum bisa memastikan, tetapi harus dilakukan pembahasan lebih lanjut dan dipelajari secara detail.Presiden PT Pakarya Trans International Jusuf Wiriadidjaja mengatakan dalam rangkaian aero bus dari 12 gerbong, seperti bus dapat menampung 400 orang penumpang."Dari segi investasinya, aero bus ini lebih murah dibandingkan dengan monorail," tegasnya.Menurut Jusuf, investasi dibutuhkan USS$20 juta per mil, sedangkan investasi monorail sedikitnya dibutuhkan US$30 per mil-US$40 juta per mil. Selain itu aero bus tidak perlu lagi membangun pilar-pilar beton.Sementara itu, Dewan Lalu Lintas Kota Palembang mengadakan rapat koordinasi guna membahas dan mengatasi permasalahan lalu lintas yang muncul belakangan ini. (k49)
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar