Kamis, 19 Februari 2009

KA

Jumat, 20/02/2009
Proyek KA Tanjung Api-api dimulai 2011
Cetak
PALEMBANG: Pemerintah menargetkan pembangunan rel kereta api sepanjang 270 km dari Pelabuhan Tanjung Api-api ke mulut tambang PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tanjung Enim, Sumatra Selatan, akan dimulai pada 2011 dengan dana awal US$1,2 miliar.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengungkapkan usulan proyek tersebut sudah disetujui Departemen Perhubungan dan tinggal menunggu restu dari presiden.
"Proyek tersebut ditargetkan akan berjalan paling lambat 4 tahun lagi [2013] dan secepatnya akan dilaksanakan 2 tahun lagi [2011] dengan dana awal sekitar US$1,2 miliar, tergantung kepada kesanggupan investor," ujarnya di sela-sela peresmian kereta api (railbus) mahasiswa Universitas Sriwijaya di Palembang, kemarin.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan jika proyek tersebut dapat direalisasikan, untuk tahap pertama batu bara di Sumsel dapat diangkut mencapai 50 juta ton per tahun, selanjutnya ditargetkan lebih dari 50 juta ton per tahun.
"Kami berharap volume angkutnya melebihi KA batu bara di Kalimantan yang mampu mengangkut 120 juta ton," ujarnya.
Menurut Alex, total cadangan batu bara Sumsel cukup besar yakni mencapai 22,5 miliar ton, tetapi hingga kini baru dapat diproduksi sekitar 12 juta ton per tahun oleh PTBA.Selama ini, batu bara dari mulut tambang PTBA di Tanjung Enim, Kab. Muara Enim, diangkut menggunakan kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang) ke Pelabuhan Tarahan di Lampung, tempat penimbunan di Kertapati, Palembang, dan melalui kapal tongkang.

Kereta mahasiswa
Menhub mengungkapkan KA mahasiswa tersebut dioperasikan atas inisiatif Pemprov Sumsel guna mendukung angkutan mahasiswa dari Stasiun Kertapati Palembang ke kampus Indralaya dengan melintasi rel sepanjang 27 km.
KA khusus itu dirancang bangun oleh PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun dan selanjutnya akan dioperasikan oleh PT Kereta Api.Menurut dia, KA mahasiswa tersebut baru pertama kali dioperasikan di Sumsel, dan diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi daerah lain. (k49)
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar